Mencuri Ide
Posted On Senin, 01 Februari 2010 at di 00.17 by chytraSatu hal yang paling sering membentur kebanyakan penulis pemula (salah satunya seperti saya ^_~) adalah: Lack of Idea alias kurangnya ide. Bagaimana kita bisa menulis jika tidak punya ide? Bagaimana sebuah tulisan bisa rampung jika tidak ada tema yang akan diangkatkan?
Saya suka dengan sebuah kalimat yang mengatakan:
Curilah ide dari orang-orang di sekitar anda, baik dari masa lalu mereka, maupun dari masa depan mereka, curilah dari kehidupan anda dan jika perlu curi dari otak anda sendiri.
Sebagai penulis pemula, saya lebih senang mencuri cerita dari kehidupan teman-teman saya, atau orang-orang yang saya jumpai, dimanapun itu. Tapi ketika benar-benar mentok alias tidak menemukan ide yang menarik maka seperti saran seseorang yang pernah saya temui di sebuah lembaga pelatihan penulisan (bertahun silam), tulis saja kata pertama anda rasakan, anda lihat, anda temui, kalau perlu uneg-uneg hati sekalian. Biarkan saja tulisan itu mengalir dan mengalir. Sayangnya saya mengikuti nasihat itu.
Cukup lama saya membiarkan tulisan tidak karuan itu. Saya menyimpannya di lembaran kertas atau dalam file terpisah di komputer saya. Sekali waktu senggang saya membaca kembali tulisan itu, dan ternyata OHoO!! Entah darimana tiba-tiba saja saya memiliki rancangan ide kelanjutan untuk tulisan itu, dan ia meluncur begitu saja, tidak terkendali. Seperti roket luar angkasa, meluncur dalam kecepatan tinggi. Sampai-sampai isi otak saya tak terkendali penuh oleh tuts komputer dan ujung2 jari. Pada akhirnya saya menyelesaikan beberapa cerita pendek dengan cukup memuaskan. Teranyata memang Ide bagus untuk mencuri ide dari otak sendiri. Terimakasih untuk nasehat yang berharga dari seorang teman. (kesampingkan dulu bagaiamana kualitas tulisan yang saya buat hehe..)
Cara mencuri ide kedua yang berhasil saya praktekkan adalah: Curi di Toko Buku! Saya senang ke toko buku. Sejak masih kecil dan bahkan terlalu kecil untuk bisa membaca. Saya hanya membaca gambar-gambar di toko buku. Dan hingga dewasa kebiasaan membaca gambar itu terus berlanjut. Saya suka gambar yang dipenuhi warna-warni (mungkin karena itulah saya tidak begitu tergila-gila pada komik). Setelah dewasa saya tidak lagi membaca gambar-gambar dari buku anak-anak lagi, yang seringkali menceritakan dongeng. Sekarang saya membaca sampul terluar dari buku. Terkadang saya juga membaca sedikit sinopsis cerita yang tentu saja menghabiskan berjam-jam waktu di toko buku. Tapi tidak masalah, karena biasanya toko buku memberi impuls yang kuat untuk terciptanya ide-ide baru. Jadi dari pada mengatakan: Don't Judge The Book by It's Cover maka saya lebih suka mengatakan: Stole Your Idea from The Book's Cover! hmm hmm...
Sekali lagi kesampingkan dulu bagaimana kualitas tulisan saya (secara memang pemula hehe...). Bagaimanapun setiap kita punya cara sendiri untuk mencuri ide tulisan. Saya senang bisa berbagi cerita. Tetap Berjuang untuk mewujudkan cita-cita!! Semangat!!
^_^Semoga Bermanfaat...
Ada yang aneh dengan cerita ini??
Posted On Senin, 25 Januari 2010 at di 15.16 by chytracerita ini kutulis dalam sehari. coba bayangkan. tidak lebih dari dua jam. jari-jariku sibuk mengalirkan setiap kata dan huruf yang meluncur cepat dari otakku. butuh lebih dari sekadar penyesuaian. meskipun sebenarnya inspirasinya datang jauh beberapa bulan silam. tapi begitulah, untuk menulis dibutuhkan lebih dari sekadar inspirasi. dibutuhkan waktu, kepercayaan diri, keteguhan hati (terutama untuk menyelesaikan tulisan yang dibuat), dan yang terpenting adalah energi. butuh semangat yang kuat untuk menulis. apapun itu.
cerita pendek ini mengisahkan tentang kejadian gempa 30 september silam di kota kelahiranku, Padang. sebenarnya tokoh utama dalam cerita ini benar-benar kujumpai dalam kehidupanku. tentu saja dengan nama yang berbeda. namun ia adalah tokoh nyata yang kutemui pada saat pasca gempa lalu. bedanya: tokoh nyata ini adalah seorang yang teguh imannya, penuh kepercayaannya dan selalu menasehati, tak ketinggalan menasehatiku. sifat dasar ini kuubah sedikit dalam cerita pendek yang kutulis. meski sebenarnya aku merasa kagum dengan sifat orang yang kutemu ini. dalam kehidupan nyata ia adalah seorang penjual makanan yang juga memiliki ukuran tubuh yang tidak sama seperti orang pada umumnya (ukuran yang mini). juga tentang tangan kanan yang kuceritakan dalam cerpen itu,memang begitulah adanya. hanya saja aku tidak tahu benar tentang keluarganya.
anak perempuannya yang dalam cerpen itu telah menjadi korban gempa, padahal sebenarnya dalam kehidupan nyata ia kehilangan seorang kemenakan perempuan. meskipun demikian ia berkemauan keras untuk membantu orang-orang di sekitarnya, terutama saat proses evakuasi korban. meskipun ia sendiri, masih enggan untuk menerima uluran tangan orang lain (walaupun menurutku ia membutuhkannya).
jadi apa yang aneh dengan cerita ini?? hmmm...jika anda membaca dengan seksama cerita yang kutulis ini dan mengamatinya dengan baik, maka anda akan menemukan keganjilan dalam cerita ini. sekrang ijinkan aku menertawakan kebodohanku tersebut sehingga benar-benar tidak menyadari keganjilan itu sampai aku benar-benar meng-uploadnya. hehe.....
dimanapun ia berada, semoga Allah SWT selalu merahmatinya
untuk seorang Pahlawan Mini yang pernah kujumpai

