-belum ada judul-
Posted On Kamis, 27 Januari 2011 at di 18.30 by chytraSaya lupa menulis
Saya lupa caranya mengukur kata-kata
Apakah setelah ini sejarah akan mati?
Dan kita tinggal kisah dongeng tanpa jejak
Terlupakan.
Nyanyian Subuh
Posted On Sabtu, 13 November 2010 at di 20.41 by chytraMemekarkan bunga-bunga dan menebarkan aroma pagi
Geliatnya segar menampar pipi bumi yang masih basah karena gerimis
Langitnya kemerah-merahan merona malu dibalik bias-bias kelabu kabut fajar
Angin berbisik meniupkan suara burung-burung yang bertasbih
Tetes embun meluncur dari dahan akasia
Menyelusup ke bibir daunnya
Jatuh ke hamparan bumi yang basah atas ijin-Nya
@Pad4nKCitY
Kawan!
Posted On Jumat, 07 Agustus 2009 at di 22.19 by chytra
Lupakah dirimu bahwa kita adalah jiwa-jiwa muda?
Lupakah dirimu bahwa kita punya cita-cita mengubah wajah dunia?
Lupakah dirimu bahwa kita masih punya cinta?
Tak peduli seberapa jauh jalan yang kita tempuh
Tak peduli seberapa sering kita merasa rapuh
Tak peduli seberapa kegagalan yang menghampiri
Kawan,
Kuingin kau tak pernah Takluk
Kuingin kau tak pernah Menyerah dan Tertunduk
Karena sesungguhnya hidup kita bukanlah milik kita
Melainkan adalah anugerah Tuhan untuk orang-orang disekitarnya
Bimbang
Posted On Sabtu, 09 Mei 2009 at di 19.43 by chytra
Bimbang itu menyedihkan
Menerkam tanpa ampun
Merobek sisa-sisa kekuatan
Menghempaskan mimpi pada tempat terjauh
Bukan Kawan!
Posted On Kamis, 13 November 2008 at di 20.16 by chytra
Bukan siapa-siapa yang salah. Aku bicara padamu bukan lagi seperti seorang kawan baik yang hendak menasehati. Aku lelah bermain-main dengan egomu. Aku lelah berteriak pada telingamu yang tidak tuli, hanya saja tak peduli. Aku bukan anak kecil yang harus merengek untuk mainan kesukaannya. Kapan pun aku bisa pergi. Kapan aku suka.
Sudah sejauh ini aku rasa kita tidak pernah kemana-mana. Bertelekan pada ego kita masing-masing dan jatuh pada ketololan yang amat sangat. Aku benci membencimu. Rasanya seperti menguliti diriku sendiri. Tapi kereta egoku mendorongku pada jalan yang berbeda. Aku bebas sejak dulunya. Aku bisa pergi kapan pun aku mau.
Sepertinya tak perlu lagi ada penjelasan tentang semua alasan yang memungkinkan. Memaafkan bisa dilakukan kapan saja. Dan dendam bisa diluruh di detik pertama. Tapi kenangan bukanlah goresan pensil yang hapus tanpa jejak. Waktu hanya membantu sedikit mengurainya, tapi bukan meniadakan.
Sekarang terserah padamu. Aku berhenti saja sampai disini. Silahkan kau langkahkan kakimu di tempat mana saja yang kau suka. Anggap aku tiada seperti halnya kau menganggap ketiadaan adalah aku. Aku telah berhenti memberi rasa padamu. Aku lelah mencoba mengerti dan memahami. Dengan mencampakkan egoku sendiri dan menepiskan rasa angkuh.
Ini saatnya aku kembali. Segala hal seperti aku pada awalnya. Aku yang bersama rasa angkuhku. Menapaki suatu tempat di hatiku. Karena aku bebas pergi. Kapan pun aku mau.
padanK.12Nov08
Tebing
Posted On Kamis, 30 Oktober 2008 at di 16.50 by chytraKita tidak tahu apa yang ada dibaliknya.
Kita mencoba dan mencoba.
Berjuang dan berjuang berulang-ulang.
Kita melihat puncak pepohonan dari bawah sini.
Seperti begitu dekat.
Tapi Sebenarnya jauh.
Jauh... dan sulit.....
Tapi percayalah.....
Sekali kita mencapainya......
Ada jutaan perasaan yang menggelembung dari dalam dada.....
Perasaan yang tak terlukiskan oleh seorang pujangga terhebat pun......
Sebuah perasaan yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang punya keberanian untuk mendakinya......
pict taken in : West Sumatera (Batang Harau)

