Tampilkan postingan dengan label my story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my story. Tampilkan semua postingan

Setelah Perjuangan itu...

Setelah kesulitan itu ada kemudahan......

Sebuah kalimat sakti yg mengajarkan kita bagaimana menghargai sebuah perjuangan. Ketika optimisme kita nyaris berakhir ditelan gulungan ombak kesulitan, dan nyaris berhenti untuk segera merasa kalah, ketika jalan dihadapan kita terlihat begitu menanjak atau curam, maka ketika itu kita belajar mengenali diri sendiri. Tetap berjuang atau berhenti ditaklukkan rasa takut.

Yang aku tahu, diriku adalah gambaran optimisme besar. Aku menghipnotis diri sendiri dalam bingkaian mimpi dan cita-cita yang kuyakini penuh eksistensinya. Romantisme perjuangan berat yang diakhiri keberhasilan kupegang teguh sebagai hukum alam. Aku cukup angkuh untuk menyatakan bahwa rasa pesimis tak akan pernah menyentuh dinding-dinding hatiku. Dan keangkuhan itu membutuhkan pukulan besar sekadar untuk mengajariku tentang arti perjuangan yang sungguh-sungguh. Pada akhirnya aku takluk dan menemukan diriku tak lebih baik dari orang-orang kebanyakan. Nyaris aku tidak mempercayai lagi bahwa keajaiban adalah hadiah bagi pejuang yang tak kenal kata menyerah. Dinding optimismeku tiba-tiba tenggelam mengenaskan, sekarat!

Kita seringkali dihadapkan pada persoalan hidup. Titik-titik kecil kerumitan yang membuat kita masih bisa mengatakan dengan lantang bahwa Tuhan, dengan cara dan ukuran-Nya sendiri tengah menguji kita. Penuh keyakinan bahwa kita akan memenangkan ujian ini untuk melangkah ke ujian berikutnya. Kita terlena dengan keyakinan bahwa kasih sayang Tuhan selalu ditunjukkan dengan membuat kita menang pada setiap pertarungan, pada setiap ujian. Tapi bukankah kemenangan tidak selalu berhasil mengajarkan segalanya? hingga ketika perjuangan itu belum berakhir dengan kemenangan manis pada saat yang tepat menurut prasangka kita, justru kerumitan itu berubah menjadi bayangan gelap yang bahkan tak pernah ada dalam mimpi buruk kita, apakah ini saat yang tepat untuk bertanya tentang arti perjuangan? Apakah masih belum cukup? Atau mungkin justru dianggap tidak berarti! Awal sebuah pesimisme!

Sadar atau tidak ujian sesungguhnya justru datang ketika tidak sadar lagi bahwa itu adalah sebuah ujian.
Sungguh, berjuang di awal jalan jauh lebih mudah ketimbang bertahan untuk tetap berjuang ketika kita kehilangan kepercayaan diri. Tapi inilah perjuangan sesungguhnya. Perjuangan untuk mempertahankan kepercayaan akan pentingnya arti perjuangan itu sendiri.  Di titik ini menang atau kalah bukan lagi menjadi hal penting. Mempertahankan kemampuan untuk tetap percaya bahwa Tuhan selalu dan masih sedang mengamati adalah jauh lebih berharga. Rahasia sederhana, ini bukan lagi ujian tentang sebuah perjuangan....Kawan! Ini adalah titik dimana kita harus belajar tentang sesuatu yang jauh lebih sulit, kesabaran....Sungguh! Ini adalah ujian tentang kesabaran!


Dan bukankah Tuhanmu adalah Guru Yang Terbaik??

Posted in Label: , | 0 komentar

Perjalanan ini.....(terasa amat menyenangkan)

Aku sudah merindukan garis-garis lekuk pucuk pepohonan di pinggir jalan. Debu yang menguap bercerita tentang kisah kehidupan orang-orang yang duduk henyak di bangku bis. Menghirup udara negeri-negeri baru yang timbul tenggelam dalam cahaya terang dan gelap. Menepuk batas kesadaran dan fantasi. Ini adalah peristiwa menyenangkan yang kunamakan 'mudik lebaran'.

Aku tergila-gila pada semua kendaraan yang bisa membawaku melintasi satu kota ke kota lain. Inspirasi-inspirasi dan kekuatan bertahan manusiaku seringkali dialiri oleh sistematika perjalanan yang indah. Mari kita campakkan kebosanan rutinitas dan tumpukan rasa jenuh dengan melintasi tempat-tempat asing. Negeri-negeri baru seringkali menyimpan teka-teki dan semangat berapi-api. Sebuah jamuan indah yang menggiurkan. Tak pelak aku berharap melintasi negeri-negeri asing seperti darah para perantau yang mengalir di tubuhku.

Kita tidak perlu menuakan diri dalam himpitan hidup yang direcoki keluhan berkepanjangan. Atau membunuh diri diam-diam dalam standarisasi kebahagiaan orang lain. Kalau kau sudah merasa bahagia dengan segelas kopi coklat di pinggir jalan dengan suguhan lalu-lintas orang asing, atau sepotong roti kering dalam sebuah bus yang dingin, maka tidak perlu berpura-pura merasa membutuhkan restoran terbaik untuk sarapan. Sudah saatnya memiliki caramu sendiri untuk gembira. Maka jika perjalanan 'mudik lebaran'ku ini harus dilewati dalam sebuah bus gemuk yang dinginnya seperti kulkas, yang berguncang dan terhenyak di jalan berlubang, yang mencekik rasa laparku hingga titik kritis, maka tak perlu memusingkan bagaimana aku bisa merasa senang dengan perjalanan setengah hari dengan posisi duduk tanpa meluruskan kaki. Bukankah setiap kita memiliki caranya sendiri untuk merasa gembira? Maka biarkan aku menikmati perjalanan ini....


to@llH4pPyMudiK

Posted in Label: , | 2 komentar

Cara Tuhan Menyayangimu

Rasa sakit bercampur kelelahan digenapi pesimisme di tengah-tengah perjuangan melawan kekalahan. Tidak ada yang terlihat sempurna hingga kita menemukan kekurangan. Tidak terasa limpahan nikmat dan karunia hingga kita mendapati penderitaan. Sebuah perenungan mempertanyakankan eksistensi hati. Semoga tidak mati dalam kabut keduniawian. Semoga tetap hidup meski sulit bertahan dan terkadang redup.

Aku adalah manusia biasa. sesederhana yang tergoda hiruk pikuk canda dunia. sama seperti jutaan manusia-manusia lainnya, yang mempertaruhkan kebahagiaan di tempat tertinggi bernama cita-cita. Terkadang kita merasa penuh optimisme berkepanjangan. Dilenakan buih-buih keindahan bangunan megah bernama impian. dan mengejarnya seolah hari esok akan menjadi sisa-sisa jika kita tidak berlari cepat hari ini. Maka ketika sesuatu merenggut kehidupan normalku, dunia itu tiba-tiba diguncangkan dengan amat kuat. dinding optimisme yang berpacu berganti menjadi pohon kecil yang teduh. Waktunya beristirahat sejenak kawan.

Kecelakaan kecil. Tidak membuatku harus menggunakan alat bantu pernafasan atau kehilangan ingatan. Sederhanasaja. Peristiwa itu merenggut sesuatu yang amat berharga, yang selama ini teracuhkan. Tangan Kanan. Sebuah tulang mungil di ujung siku tampak mencuat dari tempat semula. Hasil ronsen yang tidak begitu buruk, tapi cukup mengubah sebuah ritme besar kehidupanku. Aku harus berjuang tanpa tangan kanan untuk beberapa bulan kedepan. Tidak!!

Dunia tiba-tiba seperti sebuah tangan kanan raksasa. Kemana pun kakiku melangkah yang kulihat adalah betapa indahnya memiliki tangan kanan. Tangan kanan yang manis dan sempurna, yang dapat dibenkokkan kesana kemari, dapat menulis dan menekan keyboard dengan cepat. Betapa indahnya dunia dengan tangan kanan. Sekejap impian setinggi langit itu berubah menjadi impian tentang tangan kanan. Hanya Tuhan yang tahu betapa inginnya aku menggunakan tangan kananku lagi. Aku rindu menuliskan isi pikiranku dalam selembar kertas. Atau sekadar mencoretkan puisi tidak karuan. dan menulisi blogku sewaktu-waktu.

Betapa hati kita sering dilupakan. Tuhan mengingatkan. Saatnya bersyukur kawan. Jika kau satu diantara banyak orang yang saat ini membaca tulisan ini dan masih dapat menggunakan tangan kananmu untuk memegang mouse, bersyukurlah, karena aku masih menuliskan tulisan ini dengan tangan kiriku. Bersyukurlah memiliki kaki yang sempurna, suara, mata, pendengaran, apapun itu....Diantara sebuah impian besar yang sedang kau kejar saat ini, sempatkan sedikit waktumu untuk mensyukuri banyak hal pada hari ini. Karena sungguh sangat mudah bagi Tuhan untuk mengubah ritme kehidupanmu untuk mengingatkanmu akan sesuatu yang jauh lebih berharga.

Posted in Label: , | 3 komentar

Sebuah Idealisme?

Pertentangan yang hebat. Sebuah idealisme?

Jika kau memasuki alam bernama bangku sekolah, dimana semua aturan adalah kedisiplinan tertulis, setiap insan adalah bentukan pribadi-pribadi dari pemberi wejangan yang penuh kasih, yang menunjukkan idealisme sebuah dunia, keadilan yang mesti tegak, kebenaran yang perlu diperjuangkan, maka kau akan menjadi pemuja 'idealisme'. Jangan menyalahkan dirimu jika menjadi satu diantara sekian banyak para 'idealis' yang bicara penuh kesungguhan dan semangat berapi-api tentang keadilan. Sangat lumrah menjadi seorang 'idealis' diantara ribuan tumpukan orang-orang 'idealis'. Sama halnya dengan sangat gampang menjadi 'orang baik' diantara ribuan 'orang-orang baik' yang selalu 'baik' dalam lingkungan yang sama 'baik'nya.

Ketika aku pertama melangkahkan kaki ke dunia kerja, sebuah tempat yang mereka sebut sebagai 'dunia nyata'. Inilah benturan pertama dalam hidupku tentang apa yang disebut dengan 'idealisme'. Adakah? Ada yang mengatakan padaku "jangan menjadi terlalu idealis, ini dunia kerja, ini dunia nyata, kita tidak bisa menjadi terlalu idealis." Bila saat ini aku baru saja memasuki dunia nyata, maka apakah artinya sejak aku dilahirkan, menjadi kanak-kanak, memasuki bangku sekolah, hingga dinding-dinding universitas, semua itu kujalani dalam alam mimpi, dalam dunia tidak nyata yang tidak lain hanya fiksi. Jika memang begitu, marilah kuberi sedikit kesimpulan lucu dalam hidup kita, bahwa sesungguhnya dua puluh tiga tahun pertama dalam hidup kita hanya dijalani dalam alam mimpi, lantas mungkin tidak ada gunanya juga menjadi anak baik atau belajar bersungguh-sungguh jika cuma sedang bermimpi.

Jika ada yang ada disebut idealisme, maka ijinkan aku mengacungi jempol untuk mereka yang berani bertahan dengan apa yang mereka pegang sebagai sesuatu yang teguh. Bertahan dengan sebuah 'idealisme' dalam dunia yang dikatakan 'dunia nyata' sebagai bentuk pengaburan atas 'ketidak-idealisan' itu adalah sesuatu yang sulit. Sungguh teguh dan pantas dapat penghargaan untuk mereka yang dengan jelas membangun batasan-batasan yang mereka buat atas diri mereka sendiri. Karena jauh lebih mudah membangun tembok pembatas setinggi tiga meter dengan dunia luar ketimbang hanya sekadar membuat pagar pembatas kecil tapi dengan diri sendiri.

Mereka adalah orang-orang mengagumkan dengan membuat pilihan bebas untuk menjadi seperti apa mereka adanya, dengan tetap menjadi 'baik' bukan karena  berada di 'komunitas orang-baik', atau menjadi orang 'setengah-baik' ketika berada di komunitas 'orang setengah-baik. Mereka adalah orang-orang yang memiliki sesuatu kekuatan yang bernama 'idealisme'.  Perjanjian berharga, perjanjian pribadi dengan diri sendiri, dan sebagian diantaranya memilki perjanjian pribadi dengan Tuhan.

Orang-orang seperti ini tidak bergeming. Mereka tidak menjadi 'idealis' karena bangku-bangku sekolah, atau karena keagungan tembok-tembok universitas yang menggaungkan 'teori idealisme' dengan 'harga mati', atau karena berada dalam kumpulan kelompok 'para idealis' yang mengungkung kebebasan mereka untuk menjadi 'tidak idealis', tapi mereka menjadi 'idealis' dengan kepercayaan yang mereka pegang teguh. Maka ijinkan aku mengacungi dua jempol untuk mereka, yang dengan sadar telah memilih untuk menjadi seorang 'Idealis Merdeka'.

me

Posted in Label: , | 3 komentar

Hidup itu seperti Flying Fox!

Butuh keberanian besar untuk mengambil sebuah keputusan. Meskipun itu berarti memutuskan untuk pasrah. Jika kau tidak punya keberanian untuk meloncati jurang rasa takutmu, maka biarkan, tunggu saja, tunggu sampai keadaan yang memaksamu melompatinya. Persoalannya hanyalah tentang menjatuhkan diri dengan penuh keberanian (meskipun setidaknya pura-pura memiliki keberanian) atau menunggu sesuatu menjatuhkanmu. Keadaannya tidak berbeda. Hanya saja, sikap yang kita ambil lah yang berbeda.

Rasa kecut merayap cepat ketika aku berdiri di ketinggian sepuluh meter. Aku memang takut ketinggian. Tapi rasa takut seringkali adalah batasan sendiri yang kita buat. Seperti rangkaian peraturan pribadi yang mengikat kita dengan diri sendiri. Rasa takut seperti garis batas, undang-undang yang kita rancang dan sahkan sendiri. Akibatnya, ketika dengan penuh rasa ingin tahu untuk mengikuti salah satu wisata outbond bersama kawan-kawan, mau tidak mau, rasa takutku atas ketinggian harus dihapuskan. Jika pun tidak bisa dikurangi perlahan, maka sudah saatnya dibunuh tiba-tiba.

Melintasi jaring demi jaring, memanjat tembok batas yang tinggi hingga berjalan di atas sebuah tali. Bukan itu yang paling membuatku kecut. Memang bukan ketinggian yang semacam itu. Tapi ketinggian yang mengerikan ketika aku harus meloncat dari titik sepuluh meter. Flying fox! Sebuah kegilaan yang dirancang manusia untuk meloncati jurang rasa takut mereka sendiri. Tidak bisa kupungkiri, kakiku seperti hendak pergi ke arah berlawanan. Tepat ketika alat pengamanan telah dikenakan, maka jantungku, aku berusaha memastikan masih ditempatnya. Satu hal bodoh yang kulakukan adalah mengulur-ngulur waktu. Memandang jauh ke bawah lintasan yang akan kulewati dan mencoba mengatakan di dalam hati bahwa: "jika mereka bisa maka artinya aku pun pasti bisa". Tapi sayang! itu belum cukup!

Pernahkah kau membaca kisah-kisah tentang peri yang bisa terbang? Mereka memiliki sayap mungil yang mengepak amat cepat, yang dihitung dalam kecepatan cahaya. Jika aku menjadi peri, maka aku tidak akan terbang hingga ketinggian sepuluh meter atau lebih. Tapi itu konyol. Rasa takut lah yang sering membatasi kemampuan kita. Seringkali, dan selalu, perasaan rendah diri dan tidak mampu itu adalah bangunan puncak dari rasa takut yang terlalu mengekang. Maka kuputuskan di saat itu untuk membunuh rasa takutku dengan cara yang sedikit sadis. Pilihannya hanya dua. Meloncat atau menunggu sesuatu menjatuhkanmu. Maka, jikalau pun aku dianugerahkan perasaan takut ketinggian, aku memutuskan untuk tidak mau terlihat konyol dengan menjadi pengecut. Setidaknya, meskipun penuh rasa takut, aku telah memutuskan untuk 'pura-pura' memiliki keberanian. Aku meloncat dengan anggun, Meloncat dengan penuh keberanian. Membiarkan udara ketinggian 10 meter itu menembus pori-pori kulitku hingga membuat jantungku menggigil. Ya, aku telah membuat keputusan!

Sebuah pelajaran sederhana yang kuambil pada 'outbond' ku yang pertama kali seumur hidup! Maka aku tuliskan disini. Sungguh, hidup itu seperti flying fox, kau harus meloncat penuh keberanian, atau menunggu sesuatu menjatuhkanmu. Maka tahukah kau apa yang kulakukan? Aku meloncat dengan 'pura-pura' penuh keberanian, tapi dengan mata terpejam penuh ketakutan.


Me

Posted in Label: , | 2 komentar

Melupakan tulisan

Sudah sebulan sejak aku meninggalkan rumah. Mencoba hidup dalam suasana dan lingkungan baru. Mencoba memperjuangkan sesuatu yang aku sendiri masih tidak begitu kukuh. Benarkah langkah yang telah diambil? Tapi bukankah Allah SWT juga yang mentakdirkan keberadaanku disini? di kota ini? di kota yang berbeda.

Hal yang paling berat adalah meninggalkan setumpuk tulisan-tulisanku di rumah. di dalam komputer, di dalam folder gemukku yang padat isi. Di dalam sana sejumlah rentetan kata-kata kusimpan rapi. Entah bermakna entah tidak siapa peduli, Entah dibaca entah tidak aku tak ambil pusing. Aku suka menuliskannya. Membiarkan jari-jariku meletupkan suaranya sendiri. Membiarkan kata-kata mengalirki keyboard dan baru berhenti ketika otakku sudah buntu, mati.


Cukup lama untuk menyadri sebulan ini kebiasaan itu sudah kutinggalkan. Di kota baru ini, di tempat tinggal yang kost-kostan ini, tanpa komputer, apalagi laptop, sebuah kesulitan secra psikologi. Berat hati harus melupakan tulisan-tulisan. Sungguh berat jika harus berhenti dari sesuatu yang kusukai, Sesuatu yang membuatku terbangun dan berani kukuh bermimpi, untuk menjadi penulis di suatu hari nanti. Sungguh kawan, hanya perbedaan tipis antara, mimpi dan kenyataaan.....

Akoe
yang tak kan Melupakan Tulisan

Posted in Label: | 0 komentar

Tragedi Pembobolan ATM


Hati-hati dengan keamanan ATM anda! waduh. berita pembobolan atm akhir2 ini mengingatkanku pada tahun 20002 (8tahun silam). waktu itu pertama kalinya aku bikin atm. eh ternyata dalam waktu sekejap, blm genap sehari sejak kartu atm diambil dari bank yang bersangkutan. Saldo di dalam tabunganku menyusut setengahnya. Oh NO!! ketauannya pas mw ngambil uangnya di atm. wktu itu kebetulan lg di bandung, ortu ngisi atmnya di Padank. menyebalkan sekali. padahal uangnya mw dipake bwt makan sebulan...hiks hiks hiks...

sayangnya waktu jaman itu (entah sudah ada skamming ato blm g tau ya) waktu dilaporin ke bank di kota tmpt ortu...eh si pegawai bank dengan entengnya bilang: "mungkin anak bapak udah ngambil uangnya tnpa sepengetahuan bapak, atau mungkin anak bapak bohong, atau dihipnotis orang wktu lgi dijalan." GRRRRRRRRR....langsung lah Bapak ku yang super galak jadi marah besar, bentak bentak pegawai bank. sampai pak satpam yang jagain bank jadi ikut-ikuttan dibentak. "SEMBARANGAN!!!xxx...BSLknkhlkwh@#$%^*&HKNIN" kira-kira gitulah.....(fiuh!)

maunya apa sih nih orang?? bukannya ngasih jalan keluar eh malah kita sebagai nasabah disalah-salahin. dianggap lalai lah, dianggap anaknya nipu lah. halaaaah...orang tua mana yang g marah anaknya dianggap nipu?? Kurang AJar GRRRRR...!!!

BAnk mana tuh? dimana? siapa pegawai yang dimaksud? no comment!! aku g mau bilang...takuttt UU informasi. nanti dijerat lagi kayak kasus Prita..haaah...sekarang dimana-mana ngomong mesti hati-hati.^_^

berbagi pengalaman tentang atmku yang malang : (hiks..hiks..)
  1.  waktu itu prtama kalinya aku punya tabungan yang make atm sendiri lho
  2. belum tau cara mengoperasikan atm, apalagi liat nomor pinnya. makanya aku buka pinnya di rumah (minta tolong sama ortu). artinya nomor pin atm masih dlm keadaan disegel sampai aku pulang ke rumah (menjelang magrib)
  3. lucunya: waktu di cek ulang pegawai bank bilang dana atm ny udah ditarik dari toko *** pada jam 10an..nah lho?? padahal jam segitu kan pin atmnya belum buka segel?? lho kok bisa ya??

Berbagai pikiran berkecamuk wktu itu. wktu itu kan aku lg di bandung, n ortu lagi di padang, tepatnya di bank lagi marah-marah sama pegawainya. Alhasill: weeeheeyyy..seperti yang kuduga: dana yang hilang g kembali. Mau lapor polisi?? halaahhh emangnya (waktu itu) ngaruh? entahlah. aku benar-benar merasa pesimis. Nah kenapa aku nulis disini?? n baru sekarang??yah karena kasus serupa mulai marak. (merasa senasib gitu hehe)

klo sekarang pake alat yang namanya skamming n camera, emang dulu para pembobol atm ini make alat apa ya?? gimana sistem kerjanya?? jadi mikir nih...

yang penting sekarang bwt siapa sja yg punya krtu atm. Waspadalah! Waspadalah!
  1. Selalu lihat dan periksa seteliti mungkin ruangan di atm, ada kamera pengintip pin kita gak? atw ada yang mencurigakan di box atmnya, ada gambar atau gantungan box yg g penting, atau ada orang mencurigakan mengintip dari luar. be aware!!
  2. Pasang tampang sehoror mungkin sebelum masuk ATM,kenapa coba?? ya supaya klo ada penjahat yang mengintai jadi takut sebelum berniat jahat (hehe yg ini ngaruh g ya?? jangan2 kita yang dikira penjahatnya)
  3. Hafalkan, pastikan atau kalo suka lupa catatkan jumlah rekening terakhir anda. Kan ga lucu klo anda sendiri tidak ingat berapa jumlah rekening anda di bank dan tau-tau tanpa sadar eh sudah hilang sedikit demi sedikit (nyadarnya belakangan...hihiyyy)

yah..sekian dulu berbagi ceritanya tentang pengamalan pembobolan ATM yang menyakitkan. Semoga tidak ada lagi yang mengalaminya. dan semoga security perbankan Indonesia bisa semakin maju!! MERDEKA!!

Posted in Label: | 0 komentar

apa yang kau cari kawan??

seorang teman bercerita padaku tentang masalah yang sedang dihadapinya. Ujung-ujungnya dia tidak tahu lagi bagaimana harus menghadapi persoalan tersebut. Dengan sedikit modal kebijaksanaan yang kupunya aku pun mencoba memberi sedikit pencerahan (entah benar2 membuat pikirannya cerah atau tidak, tak tahu lah). Akhirnya sobatku ini memutuskan satu hal yang tidak terbantahkan: Pergi.

Pergi. Hmm...gampang memang. jika pesoalan itu tidak bisa dihadapi lagi maka pergi merupakan pilihan yang menggiurkan. Aku tercenung. Yah, mungkin juga. Maka kawanku itu pun melaksanakan niatnya, meninggalkan kota yang menurutnya memusingkan kepala itu. Tidak lama, ia meneleponku kembali dan masih menceritakan persoalan yang sama, ujung-ujungnya persoalan itu itu juga. Dengan sedikit pemikiran maka aku pun menyimpulkan:

Persoalan yang kita hadapi terkadang terlihat seperti sebuah gunung raksasa yang mengerikan. Padahal jika kita dekati tidak lain hanya sebuah fatamorgana dari rasa takut kita yang lebih besar dari persoalan itu sendiri.

kemana pun kita pergi dan mencoba lari untuk mencari ketenangan ketika menghadapi sebuah masalah, maka jangan berharap menemukan sebuah tempat yang menenangkan, karena selama persoalan itu masih ada, tidak peduli dimanapun kita berada, ia akan seperti bayang-bayang, mengikuti kemana saja.

terakhir...kutarik kesimpulan ku sendiri dan kucoba mempelajari makna dari kisah temanku ini:

sejauh apa pun kau mencari, kedamaian itu dekat saja, hanya ada di hati...

Posted in Label: | 0 komentar

kisah pengacara

Astaga??!!Menjadi Pengacara!!
konon,...setelah menyelesaikan kuliah rasanya tidak jauh lebih baik daripada waktu masih kuliah. setidaknya dulu ada kesibukan, sekarang malah nyari kesibukan. ternyata kisah itu benar...

lagi nyari jenis2 kopi di internet, terbersit ide ttg bikin coffe shop HAHA! modal darimana?? tapi apa-apa yang penting niat lah, habis itu usaha. jadilah sekarang pengangguran sibuk bikin acara, eh bikin usaha :)

mndoakan diri sndiri
smoga sukses;smoga sukses; Aminnn.....

Posted in Label: | 0 komentar

UJIAN

Waaahh sepertinya semua hidup memang pasti dapat ujian. Waduh! Ujian yg kali ini kenapa berat sekali ya?? atw mgkin karena takarannya sdh ditingkatkan? Haha.....

"Belum LULUS" dua kata itu melayang-layang dipelupuk mataku, meniupkan aroma pekat mematikan sendi-sendi semangatku. Waduh! Lumayan Gawat nih!

Habis kompre lalu ia sepertinya baik-baik saja, walaupun akhirnya sedkit menelan pil pahit perasaan kalah. Tapi habis itu, dengan semangat yg selalu bersemayam dihatinya, ia mulai menata harapan demi harapan yang amat tipis. setipis helaian rambut yang dibelah tujuh, berharap dan berharap keajaiban itu ditakdirkan untuknya. Tapppii........ HIks Hiks Hiks......Jreng...Jreng....Keajaibannya Ditunda......Hehehehehe....

Kasiaan.........

smoga next time bisa lulus yah!! Amin...!!!!! tetap SEMANGAT!!!!!!!!

Semua orang pasti pernah merasa gagal dalam hidupnya. Mungkin bagi orang kegagalan kita adalah sesuatu yang tidak berarti, namun bagi kita mungkin hal itu adalah sesuatu yang amat berarti. Tapi kekalahan seringkali mengajarkan kita untuk lebih menghargai diri sendiri dan kemenangang Teman sejati juga selalu memperlihatkan wajahnya di saat kita kalah.....

this words for everyone who have failt in their life

"selalu saja ada kesempatan kedua, meskipun tak pernah ada yang sama,"


KEEP SMILE..!!!!

Posted in Label: | 0 komentar

Bukittinggi nights



ternyata Bukittinggi di malam hari keren juga y hehehe

ini namanya Jam Gadang tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

klo ke bukittinggi jangan lupa foto2 dulu lah di depan jam gadang.......;) dijamin rameeee kayak pasar malam

nyaris tiap malam jam gadang ramai dikunjungi

eh jgn lupa, bawa jaket, udaranya dingiin ....brrrr.......

Posted in Label: | 0 komentar

Oleh2 Khas Minang

Oleh2 Khas Minang
Rendang Telur, Rp.45.000/kemasan isi 0,5 kg. CP:Widia (08982605727/08126795642)