cerita para tikus

nah!! emang kalo orang kurang kerjaan bisa jadi kreatif hehe.....
buktinya, setelah menyelesaikan kul yg belibet dn memusingkan akhirnya aq puny kesempatan melanjutkan hobiku 'tulis menulis' gak jelas..

ups! tp jangan khawatir, semua penulis tenar jg dulunya pernah nulis2 ga jelas. sapa tau aja ada yg suka dg tulisanku n menawarkan untuk diterbitkan jadi buku pertama!! HAHA! eh jadi mimpi ga jelas...

kalo kamu punya waktu, kunjungi aja tulisan terbaruku tentang sekawanan tikus yang bersahabat, perjuangan dan saling mendukung dan menyayangi (eh kayak cerita anak2 ya??) tapi ga apalah, kritik dan saran amat sangat aq harapkan, sangat2!! apalagi kritikan yg jujur tp membangun...

sdkt rahasia: ide cerita ini aq dpt waktu lagi penelitian dengan hewan2 pengerat semacam ; tikus, mencit dan sekawanannya, di laboratorium farmakologi di kampusku.

met membaca dh!!
:)

Posted in Label: | 0 komentar

Bukan Kawan!


Bukan siapa-siapa yang salah. Aku bicara padamu bukan lagi seperti seorang kawan baik yang hendak menasehati. Aku lelah bermain-main dengan egomu. Aku lelah berteriak pada telingamu yang tidak tuli, hanya saja tak peduli. Aku bukan anak kecil yang harus merengek untuk mainan kesukaannya. Kapan pun aku bisa pergi. Kapan aku suka.

Sudah sejauh ini aku rasa kita tidak pernah kemana-mana. Bertelekan pada ego kita masing-masing dan jatuh pada ketololan yang amat sangat. Aku benci membencimu. Rasanya seperti menguliti diriku sendiri. Tapi kereta egoku mendorongku pada jalan yang berbeda. Aku bebas sejak dulunya. Aku bisa pergi kapan pun aku mau.

Sepertinya tak perlu lagi ada penjelasan tentang semua alasan yang memungkinkan. Memaafkan bisa dilakukan kapan saja. Dan dendam bisa diluruh di detik pertama. Tapi kenangan bukanlah goresan pensil yang hapus tanpa jejak. Waktu hanya membantu sedikit mengurainya, tapi bukan meniadakan.

Sekarang terserah padamu. Aku berhenti saja sampai disini. Silahkan kau langkahkan kakimu di tempat mana saja yang kau suka. Anggap aku tiada seperti halnya kau menganggap ketiadaan adalah aku. Aku telah berhenti memberi rasa padamu. Aku lelah mencoba mengerti dan memahami. Dengan mencampakkan egoku sendiri dan menepiskan rasa angkuh.

Ini saatnya aku kembali. Segala hal seperti aku pada awalnya. Aku yang bersama rasa angkuhku. Menapaki suatu tempat di hatiku. Karena aku bebas pergi. Kapan pun aku mau.


padanK.12Nov08

Posted in Label: | 0 komentar

Oleh2 Khas Minang

Oleh2 Khas Minang
Rendang Telur, Rp.45.000/kemasan isi 0,5 kg. CP:Widia (08982605727/08126795642)